Bukan Samudera Pasai, Ini Kerajaan Islam Pertama di Indonesia
Sajadah.net, Sejarah Islam - Islam berkembang di kepulauan
nusantara sangat pesat dan mudah diterima oleh penduduk Indonesia, ini
dikarenakan Agama Islam masuk dan berkembang di Indonesia dengan jalan damai
dan tanpa kekerasan. Islam masuk di Indonesia berkaitan erat dengan kegiatan
pelayaran dan perdagangan pada masa lampau, Sejak awal tahun masehi pedagang
dari cina dan india mengadakan hubungan perdagangan dengan Indonesia.
Sehingga semakin hari semakin
berkembang dan pada sekitar abad 7 dan 8 pedagang Islam dari Timur Tengah
banyak yang datang untuk berlayar ke selat malaka hingga ke perairan Nusantara.
Dan berkembangnya hubungan perdagangan antara pedagang-pedagang Islam dengan
pedagang Indonesia juga membawa pengaruh masuk dan berkembangnya agama Islam di
Indonesia.
Seperti yang telah kita ketahui
dalam buku-buku teks pelajaran semasa sekolah, disebutkan bahwa Kerajaan islam
pertama di Indonesia adalah Kerajaan samudera pasai. Namun fakta-fakta
menunjukkan bahwa sebelum samudera pasai ternyata terdapat Kerajaan islam yang
lebih dulu berdiri, yaitu Kerajaan perlak.
Kerajaan Perlak terletak di Aceh
Timur, daerah perlak di Aceh Sekarang. Kerjaan Perlak muncul mulai tahun 840M
sampai tahun 1292 M. sedangkan Kerajaan Samudra Pasai, yang juga sama berlokasi
di Aceh baru mulai berdiri pada tahun 1267 sampai pada akhirnya runtuh pada
tahun 1521.
Kerajaan Perlak berdiri pada 1
Muharram 225H (840M) dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul
Aziz Syah. Sebelumnya memang sudah ada negeri perlak yang pemimpinya merupakan
keturuna dai Meurah Syahir Nuwi atau yabg dikenal Maharaja Pho He La. Pada
tahun 840 ini datanglah rombongan yang berjumlah 100 orang yang dipimpin oleh
nahkoda Khalifah, yang bertujuan untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama
Islam di Perlak. Salah satu anak Nahkoda Khalifah, Ali bin Muhammad bin Ja’far
Shadiq dinikahkan dengan Makhdum Tansyuri, adik dari Syahir Nuwi. Dari
perkawaninan inilah kemudian lahir Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah, Sultan
pertama Kerajaan Perlak. Kemudian oleh Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz
Syah ibukota kerjaan yang semula bernama Bandar Perlak diubah menjadi Bandar
Khilafah. (Adisuseno.wordpress)
Kerajaan Perlak merupakan negeri
yang terkenal sebagai penghasil kayu Perlak, yaitu kayu yang terkenal bagus
sebagai bahan dasar kapal, kondisi semacam inilah yang menarik para pedagang
dari Gujarat, Arab dan India untuk berbondong datang ke Perlak. Masuknya para
pedagang tersebut berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat
Perlak. Pada awal abad ke-8 Kerajaan perlak menjelma sebagai Bandar niaga yang sangat
maju. Kemajuan peradaban perlak dapat terlihat dari adanya mata uang sendiri
yang terbuat dari emas (dirham), perak (kupang) dan dari tembaga atau kuningan.
Kondisi ini membuat maraknya perkawinan campuran saudagar muslim dengan
penduduk setempat yang membuat berkembangnya islam secara pesat.
Kerajaan Perlak mengalami masa
kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah
II Johan bardaulat yaitu pada tahun 1225-1263M. dimana pada masa
pemerintahannya, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan pesat, terutama pada bidang
pendidikan Islam dan perluasan dakwah islam. Sultan mengawinkan dua putrinya:
Putri Ganggang Sari dengan Malikul Saleh dari Kerajaan Samudra Pasai dan Putri
Ratna Kumala dengan Rasa Tumasik (Sekarang Singapura).
Sultan Makhdum Alaidin Malik
Muhammad Amin Syah II Johan kemudian digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin
Malik Abdul Aziz Syah Johan pada 1263-1292 sebagai sultan terakhir Kerajaan
Perlak. Setelah beliau wafat, Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai
dengan raja Muhammad Malikul Dhahir yang adalah putra dari Sultan Malikul Saleh
dan Putri Ganggang Sari.
BUKTI-BUKTI PENINGGALAN SEJARAH
- Mata Uang Perlak
-
Mata Uang dari Emas (Dirham)
Pada sebuah sisi
uang tersebut tertulis kata “Al A’la” sedangkan disisi yang lain tertulis
“Sulthan”. Dimungkinkan maksud dari tulisan dari kedua sisi mata uang tersebut
merupakan Putri Nurul A’la yang menjabat sebagi perdana menteri pada masa
pemerintahan sulthan Makhdum Alaidin Ahmad Syah Jauhan pada tahun 1108 – 1134M.
-
Mata Uang Perak (Kupang)
Pada satu sisi
uang perak ini tertulis kalimat “Dhuribat Mursyidam” dan pada sisi yang lain
tertulis “Syah Alam Barinsyah”. Kemungkinan yang dimaksud dalam tulisan kedua
sisi mata uang tersebut adalah Puteri mahkota Sultan Makhdum Alaidin Abdul
jalil Syah Jouhan yang berdaulat pada tahun 1230-1230M.
-
Mata Uang tembaga (kuningan)
Mata uang ini
bertuliskan huruf arab tetapi belum dapat dibaca. Adanya mata uang yang
ditemukan ini menunjukkan bahwa Kerajaan Perlak merupakan sebuah Kerajaan yang
maju.
2. Stempel
Kerajaan
Stempel Kerajaan
ini bertuliskan huruf arab dengan model tulisan tenggelam yang membentuk
kalimat “Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512” dimana kerjaan
Bendahara adalah bagian dari kerjaan Perlak.
3. Makam
Raja Benoa
Bukti lain
peninggalan Kerajaan Perlak adalah makam dari raja Benoa yang berada di tepi
Sungai Trenggulon dengan batu nisan yang terdapat tulisan huruf arab.
Berdasarkan penelitian dari Dr. Hassan Ambari, nisan makam tersebut dibuat
sekitar abad ke-4 atau tahun 11M. berdasarkan catatan Idharul haq fi Mamlakatil
ferlah wal Fasi, Benoa merupakan negara bagian dari Kerajaan Perlak.
Tadi merupakan ulasan sejarah Islam untuk para sahabat, karena pengetahuan mengenai sejarah islam sangat menarik
untuk kita ketahui sebagai penguat dan menambah keimanan kita.

Post a Comment